Mengapa Sebagian Kaum Muslimin Masih Jauh dari Al-Qur’an? – Ustadz Taufik Hidayat Nazar, LC., MA

“Mengapa Sebagian Kaum Muslimin Masih Jauh dari Al-Qur’an?”

Khutbah Pertama

1. Mukadimah: Wasiat Taqwa

Khatib mengawali dengan wasiat takwa dan mengingatkan bahwa kitab yang paling mulia bagi umat Islam adalah Al-Qur’an.

Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 9:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang menjaganya.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu yang dijaga langsung oleh Allah. Namun pertanyaan penting bagi kita:

Jika Al-Qur’an dijaga oleh Allah, apakah kita juga menjaganya di dalam hidup kita?


2. Fenomena: Al-Qur’an Dihormati, Tetapi Jarang Dibaca

Realitas yang sering terlihat:

  • Mushaf Al-Qur’an ada di rumah.
  • Bahkan disimpan di tempat yang tinggi dan bersih.
  • Tetapi kadang berhari-hari bahkan berminggu-minggu tidak dibuka.

Padahal Allah menurunkan Al-Qur’an bukan sekadar untuk disimpan, tetapi untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Shad ayat 29:

“Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.”

Artinya, tujuan utama Al-Qur’an adalah tadabbur dan perubahan hidup.


3. Penyebab Mengapa Sebagian Kaum Muslim Jauh dari Al-Qur’an

a. Terlalu Sibuk dengan Urusan Dunia

Banyak orang mengatakan:
“Tidak sempat membaca Al-Qur’an.”

Padahal kita masih sempat:

  • berjam-jam melihat gawai
  • berlama-lama di media sosial
  • atau menonton hiburan

Masalahnya bukan pada tidak ada waktu, tetapi pada tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai prioritas.


b. Merasa Tidak Mampu Membaca dengan Baik

Sebagian kaum muslimin menjauh dari Al-Qur’an karena merasa bacaannya belum bagus.

Padahal Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira dalam hadis riwayat Sahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim:

“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan akan mendapatkan dua pahala.”

Artinya:

  • pahala membaca
  • pahala karena usaha dan kesabaran

Jadi tidak ada alasan untuk menjauh dari Al-Qur’an.


c. Hati yang Terlalu Dipenuhi Dunia

Allah memberi peringatan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hadid ayat 16:

“Belumkah tiba waktunya bagi orang-orang beriman untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun?”

Ketika hati terlalu dipenuhi dunia:

  • Al-Qur’an terasa berat
  • ibadah terasa malas
  • nasihat terasa mengganggu

Padahal Al-Qur’an adalah obat bagi hati.


4. Bahaya Jika Umat Menjauh dari Al-Q’an

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Furqan ayat 30 disebutkan:

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.”

Para ulama menjelaskan bahwa meninggalkan Al-Qur’an bisa dalam beberapa bentuk:

  • tidak membacanya
  • tidak memahaminya
  • tidak mengamalkannya
  • tidak menjadikannya pedoman hidup

Jika umat menjauh dari Al-Qur’an, maka kehidupan akan kehilangan arah.


5. Cara Menghidupkan Kembali Hubungan dengan Al-Qur’an

Agar kaum muslimin kembali dekat dengan Al-Qur’an, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan:

  1. Membiasakan membaca setiap hari
    Walaupun hanya beberapa ayat.
  2. Membaca dengan tadabbur
    Tidak sekadar mengejar jumlah halaman.
  3. Menghidupkan Al-Qur’an di rumah
    Dengan tadarus bersama keluarga.
  4. Mengamalkan ajarannya
    Karena tujuan Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi dijadikan pedoman hidup.

6. Penutup Reflektif

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Jika kita ingin kehidupan yang berkah, hati yang tenang, dan keluarga yang terarah, maka kuncinya adalah kembali kepada Al-Qur’an.

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
Inilah momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan kitab Allah.

Jangan sampai Al-Qur’an hanya kita baca saat Ramadhan.
Jangan sampai mushaf hanya menjadi hiasan rumah.

Jadikan Al-Qur’an sebagai:

  • cahaya kehidupan
  • pedoman keluarga
  • teman perjalanan menuju akhirat.

Doa

Memohon kepada Allah agar:

  • menjadikan kita termasuk ahli Al-Qur’an
  • melembutkan hati kita dengan Al-Qur’an
  • menjadikan Al-Qur’an cahaya dalam kehidupan dan di dalam kubur

Kemudian ditutup dengan ayat:

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan…”

 

Tags

Share this post:

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print
Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mushola Sabilil Mustaqim yang berlokasi di Yosomulyo, Kec. Metro Pusat. Bukan hanya sebagai tempat peribadatan tetapi sebagai Pusat Pemberdayaan Berbasis Masjid/Musholla

Other Page

About

Address