UJUB ITU DATANG DENGAN DIAM-DIAM TANPA KITA SADARI – Ustadz Joni Suwito

Maasirolmuslimin jama’ah Jumat rohimakumullah.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWt yg telah memberikan kita semua nikmat sehat, iman, islam dan kesempatan sehingga saat ini kita bisa melangkahkan kati kita ke tempat yang mulia ini dalam rangka melaksanakan sholat jum’at, semoga langkah kati kita menuju ketempat ini catat sebagai ibadah oleh Allah SWT, Sholawat serta salam tidak lupa kita sanjungkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad, SAW, yang kita nantikan safaatnya kelak dihari yaumil qiyaham, Aamiin Yrb.

 

jama’ah Jumat rohimakumullah.

Pada kesempatan ini khotib berwasiat kepada diri khotib sendiri dan mengajak kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kita kepada Allah SWt yakni dengan menjalankan segala perintah-perintahnya dan berusaha menjauhi apa yang menjadi larangan -larangannya.

Maasirolmuslimin jama’ah Jumat rohimakumullah.

UJUB ITU DATANG DENGAN DIAM-DIAM TANPA KITA SADARI

Ujub adalah penyakit hati yang berbahaya yang dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti kebanggaan atas amalan ibadah, pengetahuan, keturunan, dan penampilan fisik. Ujub merusak keikhlasan dan dapat membawa pada kesombongan yang dilarang dalam Islam. UJUB berbeda dengan RIYA

Allah SWT berfirman             “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Surah Luqman ayat 18):

   – Rasulullah SAW bersabda:                 “Barangsiapa yang merasa dirinya besar dan sombong dalam jalannya, maka ia akan bertemu Allah dalam keadaan Allah murka padanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Kadangkala RIYA dapat dihindari, tapi UJUB masih ada.

Misalnya:

Kita sholat tahajjud diam². Tidak ada yang tahu dan tidak kita ceritakan pada orang lain, dengan harapan agar tidak RIYA … maka saat kita tidak menceritakan amalan kita, kita berhasil menghindari RIYA, Semata-mata kita beribadah karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang lain.

Jangan cepat berpuas diri dulu, karena syetan terus berusaha menggelincirkanmu. Tiba-tiba dalam hati berkata-kata, karena muncul rasa bangga terhadap diri sendiri.” Hebat aku ini, bisa bangun setiap malam tak pernah ketinggalan sholat tahajjud, sementara orang lain tertidur pulas.” Saat hati berkata begitu, itulah yang dinamakan UJUB.

Walaupun berhasil untuk tidak RIYA’,

tetapi masih belum berhasil untuk tidak UJUB.

UJUB adalah perasaan kagum atas diri sendiri. Merasa diri hebat, berbangga diri … terpesona dengan kehebatan diri. UJUB adalah penyakit hati yang paling tersembunyi, Perasaan UJUB bisa datang dalam berbagai bentuk, diantara nya :

” Orang yang rajin ibadah merasa kagum dengan ibadahnya”.

” Orang yang berilmu, kagum dengan ilmunya”.

” Orang yang cantik, kagum dengan kecantikannya”.

” Orang yang dermawan, kagum dengan kebaikannya”.

” Orang yang berdakwah, kagum dengan dakwahnya”.

jama’ah Jumat rohimakumullah.

“UJUB adalah perasaaan kagum pada dirimu sendiri, sehingga kamu merasa bahwa kamu lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain”. Padahal semua kelebihan yang kita dapatkan adalah kelebihan yang kita dapatkan dari Allah. Karena itu selayaknya kekaguman hanyalah kepada Allah, bukan kepada diri sendiri. Dan ingatlah syaitan akan selalu menggiring manusia untuk masuk ke dalam fikiran berbangga kepada diri sendiri, agar amalan manusia tidak mendapat nilai.

IMAM NAWAWI. Rahimahulloh berkata :”Ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Barangsiapa ujub dengan amalnya sendiri, maka akan terhapus amalnya.” Naa’udzu billaahi min dzalik. Jauhi sifat Ujub, jadikan amalan kita 100% karena pengabdian kepada Allah SWT.

Maasirolmuslimin jamaah Jumat rohimakumullah.

Cara Menghindari Ujub,

-Setiap kali terbesik di hati tentang kehebatan diri, segera istighfar memohon ampun kepada Allah SWT,   Sadarilah bahwa semua kelebihan yang dimiliki adalah karunia dari Allah dan bisa diambil kapan saja. Hal ini dapat menumbuhkan rasa tawadhu (rendah hati).

-Selalu Mengingat Allah:   Dengan selalu mengingat Allah dan bersyukur atas segala nikmat-Nya, seseorang dapat terhindar dari perasaan ujub.

-Berdoa Meminta Perlindungan dari Ujub:   Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa meminta perlindungan dari penyakit hati, termasuk ujub.

Bismillah……ٱلْعَٰلَمِينَ رَبِّ لِلَّهِ وَمَمَاتِى وَمَحْيَاىَ وَنُسُكِى صَلَاتِى إِنَّ قُلْ

Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Qur’an surat Al An’am – 162)

        Dengan demikian Ujub adalah penyakit hati yang sangat berbahaya dalam Islam karena dapat merusak amal ibadah dan menumbuhkan kesombongan. Islam mengajarkan untuk selalu bersikap rendah hati dan mengakui bahwa segala kelebihan dan keberhasilan adalah karunia dari Allah SWT. Dengan menyadari bahaya ujub dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam tentang keikhlasan dan tawadhu, seorang Muslim dapat menjaga hati dari penyakit ini, Marilah kita berdoa Semoga kita semua bisa menghindari penyakit ujub yang ada di hati ini.

Tags

Share this post:

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print
Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mushola Sabilil Mustaqim yang berlokasi di Yosomulyo, Kec. Metro Pusat. Bukan hanya sebagai tempat peribadatan tetapi sebagai Pusat Pemberdayaan Berbasis Masjid/Musholla

Other Page

About

Address